Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Ambon melalui melaksanakan kegiatan Komunikasi, Informasi dan edukasi (KIE) Bimtek Keamanan Pangan dan Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) bersama Satuan Karya Pengawas Obat dan Makanan (SAKA POM) di SMP IT Assalam Ambon, Jumat 6 Feb 2026.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa - siswi terkait pentingnya obat dan makanan yang aman serta upaya menciptakan keamanan pangan di lingkungan sekolah. Satuan Karya Pengawas Obat dan Makanan (SAKA POM) merupakan sarana dan wahana dalam memupuk, mengembangkan, membina dan mengarahkan minat dan bakat generasi muda dalam bidang pengawasan obat dan makanan.
Sebanyak 42 peserta mengikuti kegiatan ini yang berasal dari kelas VIIA (6 siswa), kelas VIIB (21 siswa) dan kelas IX (15 siswa). Turut pula hadir 7 orang guru/ pegawai sebagai perwakilan sekolah. Acara diawali dengan sambutan Kepala SMP IT Assalam, Ustadzah Wa Ani, yang menyampaikan apresiasi langkah Balai POM di Ambon yang hadir langsung ke sekolah untuk memberikan edukasi. Ia menilai kegiatan ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan pengetahuan siswa, guru, dan menegaskan petingnya peran sekolah sebagai mitra strategis dalam keamanan pangan serta pengawasan jajanan anak usia sekolah.
Materi Sistem Pengawasan Obat dan Makanan disampaikan oleh Anita Soenarko. Sementara itu, materi Keamanan Pangan dan Penulisan Berita dipaparkan oleh Sutriyani. Peserta juga mendapatkan pembekalan terkait 3 krida SAKA POM, yaitu Krida Informasi Obat dan Makanan, Krida Pemantauan Obat dan Makanan, serta Krida Pengujian Sederhana Obat dan Makanan.
Selain pemaparan materi, kegiatan ini dilengkapi dengan pendampingan pengujian sederhanapangan jajanan untk parameter uji boraks, formalin, pewarna tekstil rhodamine-B dan metanil yellow dengan menggunakan alat Rapid Test Kit terhadap 8 sampel pangan jajanan anak sekolah (PJAS) yaitu risoles, pisang goreng coklat, kerupuk, saus, bakso, cilok, telur gulung dan ayam goreng, yang dipandu langsung oleh kakak Imam Taufik. Para siswa tidak hanya dilatih melakukan uji sederhana, tetapi juga mempresentasikan hasil pengujian secara langsung.
Melalui kegiatan KIE dan Saka POM, Balai POM di Ambon berharap lahirnya generasi muda yang lebih sadar pangan aman, sehingga dapat mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang sehat, bebas pangan beresiko. Upaya ini diharapkan dapat berdampak positif terhadap kesehatan dan kualitas sumber daya manusia di masa mendatang.