Ambon (24/02) – Dalam rangka pengawasan pangan takjil yang banyak dijual dan dikonsumsi masyarakat pada bulan Ramadhan, Pramuka Saka POM SMP IT Assalam Ambon Bersama BPOM di Ambon selenggarakan sampling dan pengujian cepat pangan takjil bertempat di kawasan takjil depan Masjid Agung Annur Batumerah Ambon, Senin (23/02).

Terdapat 14 sampel yang disampling dan diuji kawasan sentra penjualan takjil Masjid Agung Annur Batumerah Ambon. Sampel tersebut berasal dari jenis: aneka kue, es sirup, puding, gorengan, lauk (sambal ikan roa) dan tahu/batagor.  Pengujian cepat dengan rapid test kit dilakukan terhadap parameter bahan berbahaya yang rawan disalahgunakan/ditambahkan pada pangan yaitu formalin, boraks, pewarna tekstil rhodamine-b dan kuning metanil. Hasilnya produk yang disampling dan diuji di kawasan sentra penjualan takjil Masjid Agung Annur Batumerah Amboon oleh Pramuka Saka POM alhamdulillah tidak ditemukan mengandung bahan berhaya atau aman untuk dikonsumsi. 

Selain sampling dan pengujian, Pramuka Saka POM SMP IT Assalam bersama petugas BPOM di Ambon juga aktif memberikan sosialisasi kepada pedagang takjil dan pemasangan spanduk pesan keamanan pangan agar pedagang tetap menjaga kebersihan pangan, tidak menjual pangan takjil sisa kemarin yang sudah tidak baik atau berjamur, dan tidak menambahkan bahan berbahaya kepada pangan. Bahan berbahaya seperti formalin, boraks, pewarna tekstik rhodamine-B dan metanil yellow dapat mengganggu kesehatan dan menimbulkan penyalit bila terpapar secara kronis, meliputi radang pada saluran nafas bila terhirup, kanker, kerusakan hati, ginjal dan otak, bahkan dapat menimbulkan kematian.

Kepala SMP IT Assalam Ambon, Wa Ani, menyambut positif dan apresiasi kepada BPOM yang telah melatih dan memberikan kesempatan kepada Pramuka Saka POM SMP IT Assalam Ambon dalam pengawasan dan pengujian pangan takjil di kota Ambon. 

Kepala BPOM di Ambon, Tamran Ismail di kesempatan terpisah, menekankan pentingnya menerapkan keamanan pangan takjil yang banyak dicari dan dikonsumsi oleh masyarakat dalam menjalankan ibadah puasa, mulai dari pemilihan bahan baku yang baik, proses pengolahan, pengemasan hingga penjualan atau penyajian agar tetp menjaga hygiene sanitasi, menjaga keamanan pangan dari cemaran biologi, kimia dan fisik, sehingga aman untuk dikonsumsi masyarakat dan anak-anak yanga kan berbuka puasa. “Keamanan pangan tanggung jawab kita bersama. Dengan mengawal dan mengonsumsi pangan yang aman, bermutu dan bergizi, kita menjaga kesehatan dalam menjalankan ibadah. Selamat menjalankan ibadah Ramadhan” pesan beliau mengakhiri pengawasan (KAA).